Translate

Mimpi dibentuk dari imajinasi dan kreativitasmu. Mimpi adalah cerita dari masa lalu atau keinginan yang kuat untuk masa depan. Jangan lelah untuk bermimpi, karena hidup berawal dari mimpi.

Catatan Akhir Sekolah

Masa-masa Ujian Akhir Nasional (UAN) atau Ujian Nasional (UN) untuk SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat serta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk SD/Sedejarat memanglah sudah usai.

Moon Over My Obscure Little Town

Stranger Stranger Someone stranger Standing in a mirror I can’t believe what I see How much love has been taken away from me

Soe Hok Gie - Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih berbicara selembut dahulu Memintaku minum susu dan tidur yang lelap? Sambil membenarkan letak leher kemejaku.

Wong Fei Hung, Ternyata Seorang Ulama Muslim

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film "Once Upon A Time in China". Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Islam Yang Terasingkan

Ketika ada seorang muslimah yang mengenakan jilbab dengan baik dan benar, sesuai tuntunan syariat Islam, banyak orang merasa heran. Bahkan ada sebagian besar yang menganggapnya aneh. Sebab, di tengah maraknya busana wanita yang mengeksploitasi keindahan tubuh wanita, muslimah yang mengenakan jilbab dengan sempurna tentunya adalah fenomena keanehan. Sebuah keterasingan.

Tampilkan postingan dengan label Mercusuar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mercusuar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

Ah, Itukan Jaman Rosul

Oleh Agus Suryanto

Ah, itukan jaman Rosul saat kendaraan dengan 4 kaki bukan dengan 4 roda. Jaman dimana belum ada komputer dan pesawat ulang alik. Jaman dimana belum ada sekolah dan universitas. Jaman dimana belum ada Doktor dan Profesor.
Ah, itukan jaman Rosul saat kendaraan dengan 4 kaki bukan dengan 4 roda. Maka katamu jilbab tidak cocok dengan jaman sekarang. Jaman dimana wanita dituntut untuk beraktifitas di berbagai bidang. Jaman dimana wanita dituntut untuk beraktifitas tidak hanya disiang hari namun juga dimalam hari. Agar wanita itu bisa menopang kemajuan seperti majunya negara-negara ‘Barat’.

Namun bukankah Rosul telah menyampaikan bahwa Allah telah memerintahkan istri-istri Nabi, anak-anak perempuan nabi dan istri-istri orang mukmin dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 59 : …"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu….”. Lihatlah Allah telah memberitahukan cara agar para wanita mukmin tidak diganggu oleh orang jahat, namun mengapa kalian malah menyalahkan pemerintah yang tidak bisa memberikan keamanan padahal kalian tidak berjilbab bahkan memakai rok mini?

Ah, itukan jaman Rosul saat kendaraan dengan 4 kaki bukan dengan 4 roda. Maka katamu mendidik anak haruslah tidak boleh dengan kata 'jangan'. Karena menurut psikolog 'Barat', kata 'jangan’ menghambat perkembangan anak untuk menjadi cerdas, pintar dan mandiri.

Jumat, 11 Februari 2011

Manusia Itu Kecil!

Oleh : Arief B. Iskandar

Banyak di antara manusia yang merasa dirinya hebat; entah karena faktor kecantikan / kegantengan, keturunan, kekayaan materi, kekuasaan dan jabatan, kepintaran, prestasi, dll. Tak sedikit pula di antara kaum Muslim – penguasa / pejabat atau rakyat biasa, pimpinan atau bawahan, awam atau alim, da’i atau mad’u, aktivis dakwah atau bukan – yang merasa dirinya besar. Akibatnya, sadar atau tidak, rasa sombong, ujub, riya dan takabur sering menyelinap ke dalam kalbunya.

Siapapun yang dihinggapi perasaan demikian, sering atau sekali-kali, marilah kita merenungkan penciptaan alam semesta, langit dan jagat raya yang sesungguhnya lebih besar dan lebih daripada manusia. Allah SWT sendiri menegaskan hal ini dalam firman-Nya (yang artinya) : “Kaliankah yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit yang Allah bangun? Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya.” (TQS. 79 : 27-28)


Selasa, 28 Desember 2010

AWAL MULANYA TAHUN HIJRIYAH BERJUMLAH 13 BULAN/TAHUN...Hal yang banyak tidak diketahui umat ISLAM...!!

PROLOG
Sampai awal abad ke-20 kalender Hijriah masih dipakai oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara. Bahkan Raja Karangasem, Ratu Agung Ngurah yang beragama Hindu, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Otto van Rees yang beragama Nasrani, masih menggunakan tarikh 1313 Hijriah (1894 Masehi). Kalender Masehi baru secara resmi dipakai di seluruh Indonesia mulai tahun 1910 dengan berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap, hukum yang menyeragamkan seluruh rakyat Hindia Belanda.(Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun)

JENIS KALENDER
Beberapa jenis kalender yang dipakai umat manusia penghuni planet ini,
Pertama, kalender solar (syamsiyah, berdasarkan matahari), yang waktu satu tahunnya adalah lamanya bumi mengelilingi matahari yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau 365,2422 hari.
Kedua, kalender lunar (qamariyah, berdasarkan bulan), yang waktu satu tahunnya adalah dua belas kali lamanya bulan mengelilingi bumi, yaitu 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik (29,5306 hari = 1 bulan) dikalikan dua belas, menjadi 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik atau 354,3672 hari.
Ketiga, kalender lunisolar, yaitu kalender lunar yang disesuaikan dengan matahari. Oleh karena kalender lunar dalam setahun 11 hari lebih cepat dari kalender solar, maka kalender lunisolar memiliki bulan interkalasi (bulan tambahan, bulan ke-13) setiap tiga tahun, agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari.
Kalender Masehi, Iran dan Jepang merupakan kalender solar, sedangkan kalender Hijriah dan Jawa merupakan kalender lunar. Adapun contoh kalender lunisolar adalah kalender Imlek, Saka, Buddha, dan Yahudi.

Rabu, 08 Desember 2010

Islam Yang Terasingkan



Ketika ada seorang muslimah yang mengenakan jilbab dengan baik dan benar, sesuai tuntunan syariat Islam, banyak orang merasa heran. Bahkan ada sebagian besar yang menganggapnya aneh. Sebab, di tengah maraknya busana wanita yang mengeksploitasi keindahan tubuh wanita, muslimah yang mengenakan jilbab dengan sempurna tentunya adalah fenomena keanehan. Sebuah keterasingan.

Begitu pula ketika seorang Muslim yang mempertahankan keislamannya di tengah berserakannya ide sekularisme di jual di pasar bebas kehidupan. Ia tetap berpegang teguh meski harus menelan cemoohan dan sindiran begitu banyak orang: “Jangan sok suci!” “Jangan sok alim!”, begitu kira-kira umpatan banyak orang kepadanya ketika ia tidak mau berbuat maksiat. Ya, ternyata berpegang teguh kepada ajaran Islam dalam kondisi seperti saat ini, di tengah kehidupan sekularisme, menjadi sangat terasing dan dianggap aneh.

Senin, 31 Mei 2010

Teknologi untuk Menutup Aurat

Oleh: Dr. Ing. Fahmi Amhar

Alat Tenun Saat ini
Pernahkah Anda mendengar istilah "industri kreatif"? Di era perdagangan bebas sekarang ini, konon industri yang akan bertahan terhadap "serangan" produk massal dari Cina adalah "industri yang tidak massal", karena dibuat dengan melibatkan intelektualitas SDM yang dimiliki. Di Departemen Perdagangan RI, yang dicatat sebagai industri kreatif ada 15, yakni (1) jasa periklanan; (2) arsitektur; (3) seni rupa; (4) kerajinan; (5) desain; (6) mode (fesyen); (7) film; (8) musik; (9) seni pertunjukan; (10) penerbitan; (11) riset dan pengembangan; (12) piranti lunak; (13) televisi dan radio; (14) mainan; dan (15) video game. Dari 15 macam ini yang kontribusinya pada PDB paling besar adalah fesyen (43,71 persen), diikuti oleh kerajinan (25,51 persen), dan sisanya masing-masing lebih kecil dari 10 persen, bahkan untuk riset dan pengembangan kurang dari 1 persen,

Minggu, 09 Mei 2010

Ketika Perpustakaan Jadi Identitas

Oleh: Dr. Ing. Fahmi Amhar

Ilustrasi : mediaumat.com
Kenalkah Anda dengan satu perpustakaan di kota Anda? Pernahkah Anda mengunjunginya? Apakah Anda merasa betah di dalamnya dan meraup manfaat darinya? Berapa buku yang pernah Anda baca dari perpustakaan? Berapa orang yang biasanya Anda jumpai di perpustakaan? Apa yang biasanya mereka kerjakan?

Bagi banyak orang, jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas adalah jelas: geleng-geleng atau angkat bahu. Perpustakaan yang lazim dikenal barangkali cuma perpustakaan sekolah atau kampus. Orang ke sana karena ada tugas dari dosen dan harus mencari literatur. Selain itu karena ingin belajar pada suasana yang nyaman, sambil sekali-sekali membaca koran hari itu. Jarang orang datang ke perpustakaan, apalagi perpustakaan non kampus, untuk membaca buku-buku bermutu yang ada di dalamnya. Perpustakaan menjadi tempat yang sepi, agak berdebu dan “angker”. Hanya peneliti yang memerlukan singgah ke sana. Para penjaganya juga kesepian, sehingga ada perpustakaan yang buka hanya kalau ada permintaan saja.

Sabtu, 24 April 2010

Menjadi Cerdas dengan Kertas

Oleh: Dr. Ing. Fahmi Amhar

Pameran buku (Book Fair) adalah ajang yang ditunggu-tunggu baik oleh para penerbit, distributor maupun penggemar buku. Meski demikian konsumsi buku per orang di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Bagi sebagian besar masyarakat kita, harga buku masih tergolong tinggi dibanding tingkat penghasilan. Jadilah masyarakat kita bukan masyarakat pembaca. Minat baca mereka rendah dibanding menonton televisi. Sebenarnya tidak jadi soal bila siaran televisinya bermutu. Namun semua orang tahu bahwa siaran televisi kita belum cukup edukatif, apalagi inspiratif. Televisi kita sarat dengan tayangan gossip, pornografi, kekerasan ataupun mistik. Bisa dinikmati bebas tanpa membayar. Yang jelas hasilnya tidak membuat penonton bertambah cerdas.

Lain dengan buku. Mahalnya buku antara lain disebabkan oleh tingginya harga kertas. Kebutuhan kertas kita masih harus dipenuhi dengan kertas impor. Meski kita memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menghasilkan kertas, namun realitanya kita lebih suka mengekspor bahan mentah seperti kayu dan membeli hasil olahannya berupa kertas, dengan harga berlipat-lipat. Padahal generasi awal kaum muslim telah bersusah payah pergi ke Cina untuk dapat merebut teknologi pembuatan kertas.

Reliec Mesin Pabrik Kertas Zaman Dahulu.
Tidak ada yang menyangkal bahwa kertas ditemukan dan lalu diproduksi massal pertama kali di Cina pada tahun 105 M, ketika kertas dibuat dari semak murbei. Juga diriwayatkan bahwa tentara Cina sering menghancurkan pusat-pusat pembuatan kertas non Cina untuk tetap memegang monopoli pabrikasi kertas di dunia. Namun akhirnya pabrik kertas muncul di dunia Islam yakni di kota Samarkand pada abad ke-2 H (ke 8 M). Meski rahasia pembuatan kertas secara manual telah diketahui di era sahabat sejak sejumlah orang nekad mencarinya ke Cina, namun dalam skala industri, pabrik kertas itu baru dimulai setelah ada sejumlah orang Cina yang menjadi tawanan perang di Sungai Talas tahun 750 M. Al-Qazwini mengabarkan bahwa sejak itu terjadilah revolusi pengetahuan di dunia Islam. Bahan-bahan tulis-menulis bebas dari monopoli dan kertas menjadi barang yang sangat murah.

OhBelog!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites